Press "Enter" to skip to content

Dirbinmas Polda Sumbar Kombes Pol. Nasrun Fahmi, S.H.,M.Si., Ingatkan Seluruh Anggota Senkom Mitra Polri Sumbar Akan Bahaya Penyebaran Paham Radikal

portal.binmas.online,  Disela-sela pelantikan Ketua dan Pengurus Senkom Mitra Polri Provinsi Sumbar Senin/28 Oktober 2019, Dirbinmas Polda Sumbar Kombes Pol. Nasrun Fahmi, S.H.,M.Si., memberikan arahan kepada anggota Senkom Mitra Polri Sumbar sebanyak + 300  orang yang terdiri dari pengurus dan anggota dari seluruh Kabupaten/Kota se Sumatera Barat di gedung Rangkayo Basa Padang.

          Dalam arahannya kepada anggota Senkom Mitra Polri disampaikan bahwa roh awal berdirinya organisasi massa Senkom Mitra Polri adalah niat serta keinginan luhur dari kelompok masyarakat yang berkeinginan mengabdi kepada masyarakat dibidang Harkamtibmas. Saat itu tahun 2004 alat komunikasi masyarakat belumlah secanggih seperti saat ini, sehingga itu bantuan anggota Senkom dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui pesawat radio 2 meteran sangatlah terasa membantu, selain itu dalam rangka Harkamtibmas anggota Senkom Mitra Polri juga ikut berperan aktif untuk melakukan penyuluhan Kamtibmas Bersama-sama anggota Polri mulai tingkat Polda sampai ke tingkat Polsek.   Tetapi situasi saat ini sudah jauh berkembang Ormas Senkom Mitra Polri sudah bergerak untuk tindakan penyelamatan (resque) dan Bela Negara.  Walau secara nomenklatur Ormas ini Senkom Mitra Polri, akan tetapi bukan berarti anggota Senkom dalam pengabdiannya hanya bekerjasama dengan Polri melainkan saat ini Senkom sudah menjalin kerjasana dengan TNI dalam rangka Bela Negara dan dalam hal Resque bekerjasama dengan BPBD atau Basarnas,  sehingga itu dalam rekrutmen personel Senkom memilih anggota secara selektif antara lain tidak pernah terlibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang, tidak terpapar paham radikal/radikalisme, paham dengan cara merespon berita hoaks.

          Kombes Pol. Nasrun Fahmi, S.H.,M.Si., mengingatkan kepada seluruh anggota Senkom bahwa saat ini kelompok radikal terus berupaya untuk menyebarkan paham yang mereka anut kepada masyarakat khususnya masyarakat yang menurut penilaian mereka mudah dipengaruhi antara lain kelompok pelajar, mahasiswa dimana kelompok ini adalah kelompok usia yang masih mencari identitas diri,  demikian juga kelompok masyarakat yang ekonomi lemah biasa akan sebarkan berita hoaks sehingga menimbulkan kegalauan dan dalam kegalauan tersebut maka paham-paham radikal dan anti Pancasila diformulasi untuk merubah pola pikir masyarakat.  Lebih lanjut Dirbinmas menjelaskan tentang beberapa isue yang sering dilontarkan oleh kelompok radikal antara lain “Pemerintah Mengkerdilkan Umat Islam lalu isue Kriminalisasi Ulama” tapi cobalah kita berpikir realistis apakah saat ini kita umat islam pernah dihalangi untuk melakukan ibadah sholat, puasa, haji dll., demikian juga kriminalisasi ulama adakah pernah ada ulama/ustadz yang dihalangi untuk memberikan cerama islam di tempat-tempat ibadah, pernahkan seorang guru mengajar mengaji dihalangi untuk mengajar.  Ungkapan ini menurut Nasrun hanyalah sebagai bukti bahwa apa yang selalu diisuekan oleh kelompok radikal tentang Indonesia adalah tidak benar.

          Hal yang disampaikan di atas menurut Dirbinmas Polda Sumbar, merupakan langkah penyamaan persepsi para anggota Senkom Mitra Polri khususnya yang berada dalam wilayah hukum Polda Sumbar, agar selalu waspada dengan penyebaran paham radikal karena tujuan utama kelompok ini adalah untuk menimbulkan kekacauan di seluruh wilayah nusantara dan akhirnya NKRI menjadi terpecah belah.   Selanjutnya dalam pelaksanaan tugas ke depan kepada Ketua dan seluruh anggota Senkom Mitra Polri mari kita rapatkan barisan untuk secara bersama-sama melakukan upaya dalam bentuk pikiran dan atau tidakan sehingga kedamaian dan kenyamanan masyarakat dapat terwujud terutama menjelang dan saat pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada 2020 yang akan datang.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *