Press "Enter" to skip to content

Buka Pelatihan Imam Masjid di Masjid Raya Al-Munawaroh Kecamatan Nanggalo, Dirbinmas Polda Sumbar Ingatkan Para Imam Masjid tentang Bahaya Ancaman Penyebaran Paham Radikal/Radikalisme dan Hoaks.

portal.binmas.online,   Saat ini ancaman terhadap penyebaran paham radikal/radikalisme dan penyebaran berita bohong (hoaks) sudah semakin nyata dan tidak perlu lagi diragukan.  Kelompok radikal/radikalisme terlihat jelas semakin berani dan masiv dalam upaya mempropanda pemikiran masyarakat terhadap dinamika yang ada, sehingga masalah apapun yang muncul dari pihak baik itu himbauan atau aturan hukum semua dijadikan bahan racikan untuk memprovokasi masyarakat bangsa Indonesia.   Hal itu disampaikan oleh Direktur Binmas Polda Sumbar (Kombes Pol. Nasrun Fahmi, S.H.,M.Si.), saat membuka pelatihan imam masjid di masjid raya Al- Munawaroh Siteba Kecamatan Nanggalo Kota Padang pada hari Rabu tanggal 6 November 2019.

         Dihadapan kurang lebih 100 orang imam masjid se Kota Padang sebagai peserta pelatihan, Dirbinmas secara lantang menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat bangsa Indonesia saat ini sedang diuji kecerdasan dan imannya, menurut mantan Kapolres Kepulauan Mentawai (2011) saat ini masyarakat disajikan informasi/ tontonan oleh media baik  media cetak maupun elektronik tentang perdebatan antar kelompok dalam membahas paham radikal/ radikalisme, ada banyak tontonan sampai pada substansi saling menuding siapa yang radikal.  Menurut  Dirbinmas kondisi seperti ini akan membingungkan masyarakat seolah-olah tidak jelas lagi apa itu pengertian radikal terutama  bagi masyarakat awam,  sehingga itu  Dirbinmas Kombes Pol. Nasrun Fahmi memberikan Batasan secara gamblang dihadapan para  imam  masjid peserta  pelatihan bahwa paham  radikal adalah paham yang ingin merubah  suatu tatanan  yang sudah mapan dengan paham lain apakah itu medasari syariat agama tertentu atau  budaya tertentu dan  dalam pelaksanaannya  kelompok penganut paham radikal tidak ragu atau segan melakukan tindakan kekerasan.  Jadi  menurut Dirbinmas Kbp. Nasrun Fahmi ukuran seorang apakah dia  menganut paham radikal atau tidak bukan  dinilai dari pakaian baik celana  maupun cadar bagi wanita.  Terkait  dengan issue  hingar  bingar tentang himbauan  Menteri Agama RI  tentang larangan pakaian celana  cantrang bagi laki-laki dan memakai cadar bagi wanita, hal itu bukan dalam rangka   mengukur radikal atau tidak radikalnya  seseorang.  Akan tetapi  larangan/himbauan itu adalah bentuk tata tertib  peraturan urusan dalam  institusi  Kementerian Agama dan  himbauan itu  bukan untuk umum,  sehingga itu  Dirbinmas memberikan pemahaman kepada para imam  masjid agar hal tersebut tidak  perlu dibesar-besarkan apalagi untuk  diperdebatkan dihadapan  publik.
Hal lain yang juga diingatkan  oleh Dirbinmas adalah penyebaran berita hoaks melalui media sosial  whatsapp,  Instagram, facebook dll., menurut  Dirbinbmas saat ini masyarakat agar berhati-hati dalam merespon komunikasi media sosial, intinya kita tidak boleh menyebarkan berita yang bersipat fitnah, mengadu domba antar kelompok, dll karena hal tersebut  dapat berakibat terganggunya situasi Kamtibmas dan bagi pihak yang membuat atau meneruskan berita akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.


   

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *